Rabu, 27 Februari 2008

Rekruitmen dokter spesialis

Hari ini saya mewawancara dokter spesialis untuk direkruit menjadi dokter spesialis dan wawancara ini adalah yang kesekian kali setelah wawancara lain sebelumnya. Ada hal yang menarik saya dapatkan dan membuat saya makin optimis bahwa ada dokter spesialis yang menempatkan uang bukan segala-galanya. Padahal sudah dibuka pertanyaan berapa garansi pendapatan bulanan yang diminta tapi ada beberapa dokter spesialis dan saya yakin bukan pura-pura menyatakan bagaimana kebijakan rumah sakit atau memberikan rentang pendapatan tapi menurut saya masih wajar. Yang menarik mereka menempatkan misi agama sebagai hal yang menjadi tujuan utama. Wah kalau agama menjadi acuan saya optimis rumah sakit kami yang akan segera operasional bulan Mei depan akan 'berkah' bagi semua pihak.
Tapi kemarin saya mengalami hal yang cukup memprihatinkan karena pada saat diminta informasi mengenai kehidupan beragama di keluarga dan diminta juga menguraikan penanganan kasus di bidang spesialisasinya, ybs. nampak tersinggung dan ada dua kejadian yang pertama langsung menyatakan tidak jadi melamar dan yang satu lagi dengan mengosongkan isian form tersebut. Menjadi pertanyaan saya kenapa tersinggung ya kalau memang kita tidak ada masalah dalam hal yang ditanyakan itu. Memang akuntabilitas diri kita harus bisa dipertanggungjawabkan sehingga siapapun bertanya kita tidak harus khawatir karena 'itulah' diri kita seadanya.