Pagi ini saya mendapat konsultasi dari staf saya di Bandung melalui YM tentang bagaimana menentukan demand dari rumah sakit pemerintah baru di suatu daerah di sebuah Kabupaten di Propinsi Sumatera Barat. Tentu saja untuk menentukan demand pembangunan rumah sakit yang baru akan didirikan di suatu daerah dibandingkan dengan pengembangan rumah sakit yang sudah ada lebih sukar. Demand tersebut dapat dihitung merujuk pada hasil penelitian yang dilakukan terutama oleh BPS atau Depkes melalui Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang menunjukkan prosentasi dari penduduk yang membutuhkan pelayanan rumah sakit baik rawat inap maupun rawat jalan. Karena hasil survey tersebut menggambarkan rata-rata nasional maka perlu dikonfirmasikan dengan data yang digali dari sarana pelayanan kesehatan terdekat baik di tingkat dasar yaitu puskesmas, klinik atau praktek dokter maupun rumah sakit yang ada di wilayah yang berdekatan. Selain itu data dari profile kesehatan daerah setempat juga dapat dijadikan pembanding. Kita mengambil rumah sakit terdekat dengan jenjang yang tidak jauh berbeda untuk menjadi patok duga memproyeksikan data epidemiologis dan lingkup pelayanan yang diperlukan dan bahkan sekaligus menentukan unggulan dari rumah sakit yang akan didirikan. Dalam kajian demand ini tentu saja tidak dapat dilepaskan dari kemampuan maupun keinginan membayar dari masyarakat terhadap tawaran pelayanan rumah sakit yang akan didirikan nanti. Maka idealnya kajian demand ini tidak merujuk pada data sekunder saja tapi dipertajam akurasinya dengan mengadakan survey primer. Tentu saja survey dilaksanakan sesuai dengan kemampuan sumber dana yang tersedia. Dengan mengambil sampel responden dari proyeksi wilayah yang akan dijadikan wilayah cakupan rumah sakit yang akan didirikan. Untuk rumah sakit daerah wilayah cakupannya tentu saja mencakup wilayah kabupaten atau kotanya secara keseluruhan sedangkan rumah sakit swasta memproyeksikan kemungkinan masyarakat dari wilayah yang paling mungkin akan memanfaatkan rumah sakit tersebut.
Memang dalam pelayanan rumah sakit terkadang kunjungan pasien tidak dapat dibatasi oleh geographis seperti yang dapat diinjuced dengan wisata medis dari satu negara ke negara lain. Namun dari beberapa survey primer yang dilakukan umumnya masalah kedekatan lokasi rumah sakit terutama untuk masyarakat kebanyakan masih menjadi pertimbangan utama.
Oleh karena itu menjadi penting survey primer yang dapat menggali aspek karakteristik, persepsi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang pernah mereka alami dan preferensi pelayanan rumah sakit apa yang mereka inginkan.
Sehingga dengan mendalami faktor-faktor tersebut maka akan diketahui demand yang lebih akurat terhadap keberadaan rumah sakit yang akan dibangun sehingga pembangunan rumah sakit baru yang akan menyita investasi yang besar tidak hanya karena ambisi saja tapi memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar